Macam-Macam Topologi Jaringan Populer
Ada beberapa "denah kota" yang umum dipakai, masing-masing punya keunikan, kelebihan, dan kekurangannya:
- Topologi Star (Bintang)
- Perumpamaan: Model Bandara atau Mall: Semua jalur (komputer) terhubung ke satu titik pusat (Hub/Switch) layaknya toko-toko yang mengelilingi atrium pusat.
- Kelebihan: Sangat Fleksibel. Jika satu komputer bermasalah, komputer lain tidak terganggu. Mudah menambah atau mengurangi perangkat.
- Kekurangan: Jika Hub/Switch pusat rusak, seluruh jaringan akan lumpuh. Membutuhkan banyak kabel.
- Topologi Bus (Jalur Tunggal)
- Perumpamaan: Jalan Utama Satu Arah: Semua komputer dihubungkan ke satu kabel tunggal (bus utama) yang membentang dari ujung ke ujung.
- Kelebihan: Sederhana dan Hemat Kabel. Biaya instalasi murah.
- Kekurangan: Rentang Tabrakan Data (Collision). Jika kabel utama (backbone) putus, seluruh jaringan mati. Sulit dicari kerusakannya.
- Topologi Ring (Cincin)
- Perumpamaan: Jalur Kereta Melingkar: Setiap komputer terhubung ke dua komputer di sampingnya, membentuk lingkaran atau cincin tertutup. Data mengalir dalam satu arah (misalnya searah jarum jam).
- Kelebihan: Aliran Data Teratur (minim tabrakan data). Kinerja relatif baik meskipun lalu lintas padat.
- Kekurangan: Jika satu koneksi/komputer putus, seluruh jaringan bisa lumpuh. Troubleshooting cukup rumit.
- Topologi Mesh (Jala)
- Perumpamaan: Jaringan Jalan Tol Penuh: Setiap komputer terhubung langsung ke setiap komputer lainnya.
- Kelebihan: Sangat Andal dan Aman. Jika satu jalur putus, masih banyak jalur alternatif. Cocok untuk aplikasi yang butuh keandalan tinggi.
- Kekurangan: Paling Mahal dan Rumit. Membutuhkan banyak sekali kabel dan instalasinya sangat kompleks.
contoh ilustrasi
sumber: https://alfafarhans.blogspot.com/2015/04/network-fundamental-2-topologi-jaringan.html